Senin, 13 Mei 2019

Delapan Belenggu dan Tiga Ikatan





Delapan Belenggu dan Tiga Ikatan

Delapan Belenggu :
1. Tidak punya rasa malu
2. Tidak punya rasa takut
3. Iri hati
4. Kikir
5. Melakukan kejahatan
6. Tidur
7. Suasana hati labil  
8. Mengantuk

Tiga Ikatan :
1. Lobha
2. Dosa
3. Moha

Delapan Belenggu dan Tiga Ikatan

Delapan Belenggu
Mari kita lihat kalimat selanjutnya, “Membebaskan diri dari belenggu dan ikatan”, belenggu itu merupakan ikatan, serupa dengan tali yang melilit dirimu erat-erat, anda tidak bisa bergerak lagi, inilah gambaran dari kalimat tersebut.

“Menurut penjelasan dari Master Jing Xing”, Master Jing Xing merupakan seorang Bhiksu Jepang, ada delapan jenis belenggu seperti yang tercantum di dalam sutra, yakni :

1. Tidak punya rasa malu
Kita sering mengatakannya sebagai tidak punya hati nurani. Manusia yang memiliki hati nurani, ketika melakukan kejahatan akan dihantui perasaan bersalah, di dalam hatinya akan merasa sangat bersedih. Sedangkan orang yang tidak punya hati nurani, meskipun melakukan beragam kejahatan, namun dia tetap merasa dirinya tidak bersalah, hati nuraninya sudah raib.

2. Tidak punya rasa takut
Ketika kejahatan kita diketahui orang lain, maka kita akan dikritik, kita merasa sangat takut. Kita takut dikucilkan dalam masyarakat, sehingga tidak berani melakukan kejahatan.

Apabila setelah berbuat jahat, tidak takut dihujat orang lain, inilah yang disebut dengan “Tidak punya rasa takut”. Lihatlah pelaku kejahatan, tidak punya hati nurani, tidak takut dihantui perasaan bersalah, juga tidak takut dihujat orang lain, kejahatan apapun berani dilakukannya.

Apabila seseorang memiliki perasaan malu dan takut, maka dia takkan berani melakukan kejahatan. Andaikata dia memahami Hukum Sebab Akibat, ketika timbul niat jahat di benakku, Dewa di Langit dan Malaikat di Bumi pasti bisa mengetahuinya, maka orang ini bahkan niat jahat pun takkan berani dipikirkannya.

3. Iri hati
Apakah kita memiliki hati yang mendengki? Ketika melihat orang lain lebih baik daripada diri kita, bagaimana perasaan kita? Jika hati kita merasa tidak nyaman, saya ingin lebih hebat daripada dia, atau sengaja merusak reputasi baiknya, menggagalkan perbuatan baiknya, semua ini dikarenakan mendengki.

Melihat orang lain berbuat baik, berusaha merintanginya, atau merasa tidak nyaman di dalam hati, walaupun tidak berniat merusaknya, namun tetap saja tidak nyaman di hati.

Bodhisattva takkan berlaku demikian, ketika melihat orang lain berbuat baik, Bodhisattva justru ikut bersukacita. Dia sedang melakukan kebajikan, saya harus mengerahkan segenap upaya untuk membantunya, supaya kebajikannya bisa terwujud lebih sempurna, inilah Bodhisattva.

Merintangi orang lain berbuat baik, ini adalah menciptakan karma buruk, kelak jatuh ke tiga alam rendah.

Apabila anda ikut bersukacita atas jasa kebajikan yang dilakukan orang lain, maka jasa kebajikan yang anda peroleh adalah setara dengan dirinya; kalau tidak sanggup ikut bersukacita, minimal juga lontarkanlah pujian, mempromosikan kebajikannya, jasa kebajikan ini juga adalah sama.

Bila tidak punya kemampuan untuk membantu mewujudkan kebajikannya, maka saya dapat memakai ucapan atau tulisan untuk menyebarluaskan kebajikannya, ini juga termasuk ikut bersukacita.

Lihatlah berkah dan petaka hanya terletak pada sebersit niat pikiranmu, cuma orang sesat yang mendengki dan menghalangi orang lain, insan cerdas takkan melakukan hal dungu sedemikian rupa.

Ketika melihat orang lain melakukan kebajikan, ini merupakan peluang bagi kita untuk menimbun jasa kebajikan berkesinambungan, dia yang mempeloporinya, kita membantunya dari belakang, keberhasilan yang diraih adalah setara, tidak ada yang lebih juga tidak ada yang kurang.

Sepuluh raja tekad agung Bodhisattva Samantabhadra, salah satunya berbunyi “Ikut bersukacita pada jasa kebajikan yang dilakukan orang lain”, kita harus dapat mengamalkannya.

4. Kikir
Kikir dan tamak selalu dirangkaikan, apa yang dimaksud dengan kikir? Diri sendiri hidup berkecukupan tetapi tidak sudi memberi uluran tangan kepada orang yang kurang mampu, hatinya begitu sempit, hanya mengutamakan keuntungan diri sendiri, tidak tahu memberi manfaat bagi orang lain.

Lantas apakah dengan demikian dia dapat mempertahankan jumlah kekayaannya supaya tidak berkurang? Mustahil, bukan saja tidak dapat mempertahankan jumlah kekayaan yang dimiliki, bahkan jumlah hartanya akan mengalami penyusutan.

Dari mana kekayaan berasal? Dari hati yang lapang. Pepatah Tiongkok kuno mengatakan, Hati lapang berkah pun besar. Jadi hati sempit berkah pun kecil. Hati lapang, sanggup memberi dengan ikhlas, melihat orang yang kesusahan, mengerahkan segenap upaya guna membantunya, ini merupakan pahala besar.

Kalau membantu orang lain masih menyimpan satu jurus, ini juga namanya kikir dan tamak, ini akan mengurangi berkah, bukan lagi menimbun berkah. Hendaknya meneladani Bodhisattva yang mengerahkan segenap hati dan tenaga untuk mewujudkannya, barulah pahalanya besar.

Buddha Sakyamuni menyampaikan pada kita, dari mana kekayaan berasal? Dari Amisa Dana (dana materi). Dari mana datangnya kecerdasan dan kebijaksanaan? Dari Dharma Dana. Dari mana datangnya kesehatan dan usia panjang? Dari Abhaya Dana (menghilangkan ketakutan di hati para makhluk).

Melakukannya dengan serius, tanpa merisaukan ini dan mencemaskan itu, semakin melakukannya semakin unggul hasilnya. Ada orang yang menyarankan bahwa usiaku sudah begitu senja, sebaiknya tidak usah berceramah lagi.

Padahal dia tidak tahu bahwa memberi ceramah telah sempurna akan tiga jenis dana. Mengerahkan segenap tenaga, waktu, konsentrasi, ini termasuk Amisa Dana (dana materi). Melatih diri, memberi ceramah termasuk Dharma Dana.

Ketika ada praktisi yang setelah mendengar ceramah jadi mengerti, menerima dan mengamalkan sesuai dengan ajaran, dia menjauhi penderitaan memperoleh kebahagiaan, maka semakin berceramah, anda akan semakin bersemangat, semakin berceramah, semakin panjang umurnya.

Selama anda mau mengikhlaskan maka usia pun jadi panjang; sebaliknya kalau tidak bersedia mengikhlaskan maka usia pun jadi pendek. Setelah memahami hal ini dengan jelas, belajar dan memberi ceramah merupakan hal yang membahagiakan, sehat dan berusia panjang, selamanya takkan menua dan melemah. Kalau sempat menua dan melemah, maka takkan sanggup lagi memberi ceramah.

Jadi kalau anda bermaksud menyimpan ilmu, tidak sudi mengeluarkan semuanya, masih ada satu jurus yang disimpan, saya sudah begitu tua, jadi berceramah tidak boleh lama-lama lagi, harus dipersingkat waktunya, supaya bisa istirahat lebih banyak dan lebih lama, alhasil semakin anda beristirahat maka semakin cepat menua, begitu anda gemar beristirahat, maka penyakit pun datang menemani.

Kapan boleh berhenti berceramah, kalau sudah tidak ceramah lagi maka sudah tiba waktunya terlahir ke Alam Sukhavati, jadi selama masih sanggup memberi ceramah, maka takkan mengalami penuaan, tetapi kalau sudah berhenti berceramah berarti sudah saatnya menuju ke Alam Sukhavati. Para Buddha dan Bodhisattva menjelma ke dunia ini, memberikan pada kita teladan yang baik.

5. Melakukan kejahatan
Ini cakupannya sangat luas, termasuk segala tindakan yang tidak baik. Kehidupan anda, pekerjaan, berinteraksi dengan orang lain, bertentangan dengan isi “Di Zi Gui”, “Risalah Balasan dan Ganjaran Setimpal”, “Sepuluh Kebajikan”, inilah yang disebut sebagai melakukan kejahatan.

6. Tidur
Tidur merupakan kebutuhan manusia yang tak terelakkan, tetapi tidak boleh rakus, umumnya 6 jam sudah cukup, setelah bangun harus membersihkan diri, setelah itu baca sutra, melafal Amituofo, bernamaskara.

Terutama bagi insan usia paruh baya, melakukan namaskara adalah sangat penting, bernamaskara adalah olahraga, melakukan olahraga ini takkan menghabiskan waktu, terjalin dengan pelafalan Amituofo.

Berjalan sambil melafal Amituofo merupakan olahraga yang bagus, cocok buat orang yang berusia lanjut. Berjalan sambil melafal Amituofo, “Mengingat dan melafal Amituofo, baik sekarang maupun kelak pasti bersua dengan Buddha Amitabha”.

Tidur tidak boleh terlampau banyak, sehingga memboroskan waktu yang berharga, harus membangkitkan semangat.

7. Suasana hati labil
Suasana hati yang labil dan mudah tersinggung, sehingga tidak sanggup menenangkan diri, bentuk-bentuk pikiran yang terlampau banyak. Ingin bermeditasi, baru saja duduk bersila, bentuk-bentuk pikiran sudah pada bermunculan, inilah maksudnya suasana hati yang labil, merupakan rintangan yang terbesar bagi seorang praktisi.

Pikiran yang melayang-layang, sehingga sulit berkonsentrasi, belajar apapun terasa sulit.

8. Mengantuk
Mengantuk, tidak bersemangat. Anda menyuruhnya melafal Amituofo, baru saja melafal beberapa menit saja, dia sudah tertidur. Di dalam kegiatan Fo Qi (kegiatan melafal Amituofo selama tujuh hari), ketika semua peserta melafal Amituofo bersama-sama, saat melafal Amituofo sambil berjalan mengelilingi ruang kebaktian, ada peserta yang mengantuk, mulutnya bukan lagi melafal Amituofo, tapi asyik menguap.

Delapan jenis kekotoran batin ini membelenggu dirimu, sehingga ketrampilan melatih diri jadi tidak efektif, supaya anda tidak dapat mencapai kemajuan batin, inilah Delapan Belenggu.

Tiga Ikatan
Apa yang dimaksud dengan “Tiga Ikatan”? Yakni Lobha (ketamakan), Dosa (kebencian) dan Moha (kebodohan). Di dalam diri terdapat lobha, dosa, moha, di luar diri terdapat delapan belenggu, orang begini mudah melakukan kejahatan, sulit melakukan kebajikan. Orang yang melakukan kejahatan akibatnya jatuh ke tiga alam rendah.

Maka itu praktisi pelafal Amituofo hendaknya membangkitkan keyakinan benar dan tekad menyeluruh, senantiasa merenungkan apakah diri sendiri memiliki delapan belenggu dan tiga ikatan? Apabila ada maka segeralah memperbaiki diri, terutama tiga racun (lobha, dosa, moha) harus segera diurai.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 15 Agustus 2010




 

八纏三縛

八纏 :
() 無慚
() 無愧
() 嫉妒
()
() 惡作
() 睡眠
() 掉舉
() 昏沉

三縛 : 貪瞋痴
我們再看下面這一段,「解諸纏縛」,纏是纏繞;縛是什麼?縛是捆綁,像繩索把你纏繞起來,把你綁得緊緊的,你就不能動了,這是形容詞。「依憬興師意」,憬興是日本的一位法師,他說纏縛就是佛在經上講的「八纏三縛」,有八樣東西纏繞著你。我們看看這八樣東西我們有沒有?八根繩子捆綁你,你動彈不得。念老在此地有個小註,他說「餘諸家多謂十纏四縛」,他取憬興法師所說的八纏三縛。十纏四縛,佛學字典可以查到。八纏第一個,「無慚」。慚我們有沒有?慚愧這兩個字是善心所,無慚無愧這就是煩惱。什麼叫慚?我們中國人常講這人有良心,做錯事情良心責備,心裡感到會很難過,這叫有慚。無慚的人怎麼樣?做種種壞事,他沒有覺得他做錯事,我們一般人講沒良心,這人良知沒有了,叫無慚。愧是什麼?愧是怕別人指責。我們做了惡事,別人批評我們,我們感覺到很恐怖。因為怕社會大眾對我們的批評,不敢做壞事,這叫愧心所,就是怕輿論指責。如果我們做壞事,不怕別人笑話,不在乎別人批評,這就「無愧」。你看做的惡事,沒有良心責備,也不怕別人的批評,他什麼壞事都敢做。把這兩樁放在第一、第二,有慚有愧不敢做壞事。如果要懂得因果,我動了惡念,天地鬼神會批評我,他連不善的念頭都不敢動。你看看這兩個心所產生多大力量。

第三,「嫉妒」。我們要冷靜想一想,我們有沒有嫉妒心?看到別人好,我們有什麼感觸?要是感觸他超過我,我心裡不高興,我也想超過他;或者做得更過分一點,把他那些長處抹黑,把他的好事破壞,這都是出於嫉妒。障礙別人的好事,我們有沒有這個念頭?縱然我們煩惱輕一點,心裡不舒服,沒有做出破壞人的事情,還是有嫉妒心。菩薩沒有,菩薩看到別人好處心裡生歡喜。修什麼?修隨喜功德,他做好事,我盡心盡力幫助他一把,讓他好事做得更好,這是菩薩。絕對不會障礙別人的,障礙別人這是惡業,都是墮三途的。你隨喜功德,他有多大功德,隨喜人所得的功德跟他一樣大;沒有能力隨喜,歡喜讚歎,到處給他宣揚也是隨喜,功德也一樣。沒有力量幫助你的時候,我就用言語、用文字來宣揚你的功德,這都屬於隨喜。你看看,是福還是禍都在你一念之間,只有迷惑的人才嫉妒障礙,聰明有智慧的人不幹這個傻事。遇到人家做好事,這是我們自己機會來了,我們自己積功累德的機會來了,他牽頭,他帶頭,我們跟著後頭幫助他,成就是一樣的,不增不減。普賢菩薩十大願王當中有一願「隨喜功德」,第五願,緊緊接著「懺除業障」,下面就隨喜功德,這個要學會。

第四「慳」。慳跟貪常常連起來的,貪是貪求,慳是什麼?自己有,捨不得幫助別人,心量很小,只求自利,不知道利他。這樣能不能保住自己的富貴?給諸位說,不能,決定保不住,而且讓自己的富貴大幅度的損耗。富貴從哪裡來?富貴是從大心量來的。中國古諺語說得好,量大福大。量小福不大,不可能有大福報;量大,肯施捨,看到別人有困難,自己全心全力的幫助,這是大福報。幫助別人自己還留一手,這就是慳貪,這折福,這不是修福。一定要像菩薩一樣全心全力去做,福報就大了。佛告訴我們,財富從哪裡來的?從財布施來的;聰明智慧從哪裡來的?從法布施來的;健康長壽從哪裡來的?從無畏布施來的。真幹,拼命去幹,愈幹愈殊勝。有人說我這麼大年歲還在講經,這幹,講經,三種布施具足,身體、精神、體力這是內財布施,得財富;修行、教學,法布施,長聰明智慧;聽經的人聽明白、聽清楚了,依教奉行,他離苦得樂,這就是我的無畏布施,果報是健康長壽。不講經,不講經壽命就完了,你不起作用了,愈講愈有精神、愈講壽愈長,就這麼個道理。你肯捨,壽命就長;不肯捨,壽命就短,就這麼回事情。搞清楚、搞明白了,修學、講經比什麼都快樂,健康長壽,永遠不會衰老,都在其中,真正衰老就講不動了。你要想吝嗇一點,我年歲大了少講一點吧,多讓身體休息休息吧,愈休息就愈老,愈休息病就來了,就這麼個道理。哪一天不講,不講就往生了,到極樂世界去了,也不可能在這一天受老苦,老很苦,不受這個罪,不講,不講就到極樂世界去了。諸佛菩薩應化在這個世間,給我們做的榜樣。

  第五「惡作」,這裡頭範圍包括非常廣泛,包括所有一切不善的行為,就在這條裡頭。你的生活、工作、待人接物,違背《弟子規》所說的,違背《感應篇》、《十善業》裡面所說的,那就叫惡作,與性德相違背。第六個是「睡眠」,睡眠不能沒有,不能貪睡。一般睡眠,睡得很好,大概六個小時就夠了,醒過來的時候就得要工作。學佛的人工作,醒過來換洗乾淨了,誦經、念佛、拜佛,或者是讀經。中年以上拜佛很重要,拜佛是運動,做這個運動不浪費時間,跟念佛相應。經行也是好運動,適合於年歲大的人。經行、念佛,「憶佛念佛,現前當來必定見佛」。睡眠不能太多,太多把自己寶貴的時間都浪費了,一定要把精神提起來。第七「掉舉」,掉舉就是我們現在所說的心浮氣躁,心定不下來,妄念太多。特別是想靜下來,我靜坐幾分鐘,這一靜坐,妄想太多太多了,這個狀況叫掉舉,對於修學是很大的妨礙。心不在焉,學什麼東西都困難。第八跟掉舉是相反的,掉舉是心浮氣躁,「昏沉」是打瞌睡,精神提不起來。你叫他念佛,念上幾分鐘他睡著了。我們在佛七裡面常常看到,打佛七大家在一塊念佛,昏沉的人有時候繞佛,繞佛跟著走他打瞌睡、他打呼,他不是在念佛,他在打呼。這八種是煩惱,纏繞著你,讓你功夫不得力,讓你修學不能成就,這是八纏。三縛是什麼?就是三毒煩惱,貪瞋痴。裡面有貪瞋痴,外面有這八個現象,這樣的人作惡很容易,行善非常困難。那我們就曉得,八纏三縛他將來到哪裡去?肯定是三途,來生人天無分,就別想到極樂世界去了。所以我們念佛的同學,有真信切願,要常常想到這八種現象有沒有?如果有,要痛改前非,要認真的努力精進,特別我們說的三毒、五毒,要把它化解。

文摘恭錄 淨土大經解演義  (第一一六集)  2010/8/15


Kamis, 09 Mei 2019

Sembilan Jenis Kematian Secara Tidak Wajar


Mengenal Istilah Dharma :
Sembilan Jenis Kematian Secara Tidak Wajar

Sembilan Jenis Kematian Secara Tidak Wajar adalah kematian yang disebabkan oleh :
1. Menderita penyakit dan tidak terobati
2. Dijatuhi hukuman mati oleh raja
3. Hawa murni diambil oleh makhluk halus
4. Kebakaran
5. Tenggelam
6. Dimangsa hewan buas
7. Jatuh ke jurang
8. Keracunan dan kutukan
9. Kelaparan dan kehausan

Penjelasan :

1. Menderita penyakit dan tidak terobati
Ada orang yang jatuh sakit, tidak punya uang buat berobat, atau dokter salah mendiagnosis atau salah memberi obat.

Percaya pada perkataan aliran sesat, dukun, sehingga muncul ketakutan, kehilangan akal sehat, bertanya pada peramal, menyembelih hewan, memohon pada malaikat, supaya usianya diperpanjang, alhasil tak terkabul.

Orang sesat begini malah sibuk ke sana kemari memohon pada malaikat dan peramal, bukannya baik-baik berobat ke dokter, mengandalkan jimat-jimat, atau menyembelih hewan menyembahyangi malaikat, pergi meramal nasib!

Ini bukanlah keyakinan benar, akhirnya penyakit tidak sembuh dan menemui ajal, inilah jenis pertama dari Sembilan jenis kematian secara tidak wajar.

Mati secara tidak wajar akibat percaya pada takhayul, setelah itu jatuh ke Neraka.

2. Dijatuhi hukuman mati oleh raja
Yakni melanggar hukum, sehingga dijatuhi hukuman mati, baik yang dipenggal kepalanya maupun yang dipenjara seumur hidup.

3. Hawa murni diambil oleh makhluk halus
Mengumbar nafsu indria, minum arak, tidak punya pengendalian diri, sehingga hawa murni-nya diambil makhluk halus.

Oleh karena berburu, menari, penyalahgunaan narkoba, minum arak, mengumbar nafsu indria, berjudi, berkeliaran di luar tanpa mengenal waktu, mulanya masih bisa berumur panjang, tapi diri sendiri yang merusak kesehatan diri sendiri, inilah jenis ketiga dari Sembilan kematian secara tidak wajar, hawa murninya diambil makhluk halus.

4. Kebakaran
5. Tenggelam
6. Dimangsa hewan buas
7. Jatuh ke jurang
8. Keracunan dan kutukan
Penjelasan untuk poin 4-8 :
Meninggal dunia dalam musibah kebakaran, tenggelam, dimangsa binatang buas di hutan, saat mendaki gunung bertemu musibah, mengonsumsi obat hingga kelebihan dosis, keracunan dan mati, atau mati karena kutukan atau mantra jahat.

Pengalamanku setiap kali membesuk pasien atau melayat ke rumah duka, pulangnya akan menderita sakit hingga beberapa hari.

Oleh karena jasad manusia mengandung bakteri, sementara kita tidak bisa tidak bernapas, walaupun mengenakan masker juga tidak ada jaminan bebas bakteri.



Catatan kecil dari penerjemah :
Oleh karena ada kasus dimana praktisi yang pulang dari Zhunian karena keletihan, langsung tidur pulas, padahal seharusnya pulang dari melayat hendaknya mandi, cuci rambut dan cuci pakaian dulu, supaya kuman-kumannya bersih, namanya juga pulang dari rumah duka, di sana kan berjejer jasad-jasad manusia. 

Jadi tanpa memperhatikan faktor higienis, sebagian orang yg tubuhnya lagi tidak fit, pulang melayat akan jatuh sakit, lalu dia mencurigai kalau shio dia “ciong” sama shio mendiang, jadilah kepercayaan takhayul. Atau ada pula yg bilang bertubrukan dengan setan di rumah duka, jadilah kepercayaan takhayul sehingga sebelum melayat, harus lihat dulu hari baik, trus si mendiang shio apa. Ini semuanya adalah kepercayaan takhayul. Yg pasti adalah mesti memperhatikan faktor higienis.
 

9. Kelaparan dan kehausan


Yang disebutkan di sini hanyalah sembilan jenis, kenyataannya kematian secara tidak wajar itu masih ada begitu banyak ragamnya, takkan habis diungkapkan satu persatu.

Dipetik dari ceramah Upasaka Nan Huaijin (Nan Huai-Chin)


九種橫
一、得病無醫;
二、王法誅戮;
三、非人奪精氣;
四、火焚;
五、水溺;
六、惡獸吞食;
七、墮崖;
八、毒藥咒詛;
九、饑渴所困



九种横死

阿难问言:九横云何?

那九种横死呢?

救脱菩萨言:若诸有情,得病虽轻,然无医药及看病者,设复遇医,授以非药,实不应死,而便横死。

有些人生了病没有钱医治的,或者医生医错了的,都叫横死。

又信世间邪魔外道妖孽之师妄说祸福,便生恐动,心不自正,卜问觅祸,杀种种众生,解奏神明,呼诸魍魉,请乞福祐,欲冀延年,终不能得。

求神问卜,不好好医病,靠画符念咒,或者杀生拜神,算命看相啦!这些都不是正信,因此把病拖死了,也叫横死。迷信死的,求神拜拜啦!杀猪宰羊或画符念咒,吃香灰等等,这些都是横死。

愚痴迷惑,信邪倒见,遂令横死。

迷信邪见、倒见把病人拖死了。

入于地狱,无有出期,是名初横。

走偏路迷信而死的,不但没有好处,还入地狱。这是第一横死。

二者横被王法之所诛戮。

第二种是犯了法,被判刑枪毙死的,杀头死的,坐牢死的。

三者畋猎嬉戏,耽淫嗜酒,放逸无度,横为非人,夺其精气。

因为打猎跳舞,吸毒嗜酒嫖赌,花街柳巷跑多了,本来还可长寿,自己搞坏了,横死;或被鬼神取走精气而横死。

四者横为火焚,五者横为水溺,六者横为种种恶兽所啖,七者横堕山崖,八者横为毒药、厌祷、咒诅、起尸鬼等之所中害。

被火烧死,被水溺死,在山上被野兽吃掉,爬山碰到山难,吃药吃坏了,中毒而死,或者被画符念咒咒死的,或者起尸鬼之所中害。你们去看病人,或到太平间看尸体,不要学我,那真怪啊!其中那个尸气,的确很严重。我虽然那么讲,每次回来都要病好几天,不过别人看不出来,我内在晓得生病了,好久的功夫才把它赶出去。

尸气实际上是一种细菌,你到底闭不住呼吸,非得呼吸不可,即使完全闭住呼吸,细菌还是会进来。一个人死了,腐坏的尸气散发出来,闻那种味道实在很难过,功夫差一点,抗不住,所以进这种房间最好戴着菖蒲、茴香等避邪的口罩,万一死者眷属被尸气所侵,赶快买桑枝一钱半、艾叶一钱半、菖蒲一钱半、雄黄五厘、朱砂五厘。将桑枝、菖蒲、艾叶煎煮后,冲服雄黄、朱砂,并洗擦身体,可去除尸气。不然如果这样病死了,也是横死。

九者饥渴所困,不得饮食,而便横死。

第九种,饿死,渴死,都是横死。所以,你看正命而死有多难啊!无疾而终,寿终正寝,那个叫正命死。

是为如来略说横死,有此九种,其余复有无量诸横,难可具说。

  现在只大概的讲到九种,实际上横死还有很多很多,说不完。