Minggu, 03 September 2017

Pancanantariya Karma dan Sepuluh Kejahatan

Mengenal Istilah Dharma
Pancanantariya Karma dan Sepuluh Kejahatan

Pancanantariya Karma adalah perbuatan yang dapat berakibat jatuh ke Neraka Avici, terdiri dari 5 butir yakni :
1. Membunuh ayah
2. Membunuh ibu
3. Membunuh Arahat
4. Melukai Buddha
5. Memecah belah Sangha



 


Sepuluh Kejahatan adalah :
Perbuatan yang dilakukan melalui tubuh jasmani atau tindakan (Kaya-kamma) :
1. Membunuh
2. Mencuri
3. Melakukan perbuatan asusila
Perbuatan yang dilakukan melalui mulut atau ucapan (Vaci-kamma) :
4. Berbohong
5. Menghasut
6. Berkata kasar
7. Mengucapkan kata-kata rayuan gombal, memikat, membujuk dan yang menyesatkan.
Perbuatan yang dilakukan melalui pikiran (Mano-kamma) :
8. Lobha (ketamakan)
9. Dosa (kebencian)
10. Moha (kebodohan) atau pandangan sesat


十恶
一、杀生。
二、偷盗。
三、邪淫。
四、妄语。
五、两舌,即说离间语、破语。
六、恶口,即恶语、恶骂。
七、绮语,即杂秽语、非应语、散语、无义语。乃从染心所发者。
八、贪欲,即贪爱、贪取、悭贪。
九、嗔恚。
十、邪见,即愚痴。

Sabtu, 24 Juni 2017

Empat Budi Besar


Empat Budi Besar

Di dalam Pintu Buddha setiap hari dibacakan Gatha Pelimpahan Jasa : “Membalas empat budi besar dan menolong mereka di tiga alam sengsara”. Bila kita membicarakan budi, hari ini kita menerima budi orang lain, sepertinya sudah sepantasnya, tidak punya lagi rasa terima kasih, mana boleh begitu.

Orang lain memberi hadiah pada kita, memberi persembahan kepada kita, banyak orang bahkan mengucapkan sepatah terima kasih juga merasa enggan, bahkan ekspresi wajah pun tidak ada sama sekali, barulah terpikir bagaimana masyarakat ini tidak mengundang datangnya bencana! Ini yang disebut tidak tahu balas budi. Orang yang lupa budi takkan ada balasan baiknya.

Empat budi besar, yang pertama adalah “Budi ayahbunda”, yang kedua adalah “Budi Guru”, Buddha dan Bodhisattva adalah guru.

Ayahbunda melahirkan kita, budi ini tidak boleh kita lupakan. Bagaimana caranya membalas budi ayahbunda? Yakni diri sendiri menjadi insan suci dan bijak, melenyapkan kekotoran batin, mengembangkan kebijaksanaan, mengakhiri samsara, keluar dari Triloka, begini barulah disebut membalas budi ayahbunda.

Pepatah Buddhis mengatakan : “Seorang anak berhasil mencapai KeBuddhaan, sembilan leluhurnya terlahir ke Surga”. 

Kalau kita tidak berhasil dalam melatih diri, bagaimana bisa membalas budi ayahbunda? Hadirin sekalian bila membaca “Ksitigarbha Sutra” maka akan mengetahui apabila pelatihan diri sendiri berhasil, maka ayahbunda masa kelahiran lampau, kakek nenek, kakek buyut dan nenek buyut, juga ikut menikmati manfaatnya, terlahir di alam yang lebih baik.

Kebijaksanaan kita peroleh dari guru, andaikata bukan guru yang mengajari kita, bagaimana kita bisa tahu bahwa di dunia ini ada Buddha Dharma? Bagaimana bisa tahu bahwa di dunia ini ada ajaran insan suci dan bijak? Maka itu budi kebajikan guru melampaui budi ayahbunda.

Yang ketiga adalah “Budi Negara”, tanpa negara anda akan jadi tuna wisma, tanpa perlindungan dari negara, jiwa dan raga tidak berdaya memperoleh rasa aman. Orang jaman dulu berkata bahwa segala keperluan kita berasal dari tanah, untuk memberi makan pada tubuh jasmani kita; sebidang tanah yang kita huni ini, sebidang tanah ini berbudi padaku, maka itu harus tahu balas budi. 

Yang keempat adalah “Budi semua makhluk”. Semua makhluk berbudi pada kita, mengapa demikian? Manusia adalah makhluk sosial, tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Makanan yang kita konsumsi ditanam oleh petani, pakaian yang kita kenakan membutuhkan tenaga kerja untuk menjahitnya, seluruh komponen masyarakat memiliki keterkaitan dengan diriku, mereka berbudi padaku.

Orang jaman dulu berkata : “Budi setetes air dibalas dengan sumber air”, orang yang ingat budi dan tahu balas budi, barulah disebut manusia. Sebaliknya lupa budi dan tidak tahu balas budi, terus terang, orang begini lebih parah dari binatang, oleh karena hewan saja tahu balas budi.

Dari sini dapat diketahui bahwa orang yang lupa budi tidak tahu aturan jadi manusia yang seutuhnya, akibatnya pasti jatuh ke Neraka Avici. Ingat budi dan tahu balas budi merupakan syarat awal untuk melakukan kebajikan, merupakan akar dan sumber dari melakukan kebajikan. 

Maha-prajna-paramita-sastra menyebutkan bahwa ingat budi dan tahu balas budi merupakan materi utama pelatihan diri bagi Bodhisattva tingkatan kedua dan ke atas, maka itu Bodhisattva tingkatan kedua yang benar-benar telah mengamalkannya.

Gatha Pelimpahan Jasa hanya terdiri dari delapan kalimat, sedangkan “Membalas empat budi besar dan menolong mereka di tiga alam samsara” sudah mencakup dua kalimat, oleh karena kedua hal ini amatlah penting!

Para praktisi senior jaman dulu, para Buddha dan Bodhisattva, Bodhisattva Dharmakaya, telah mengamalkan “Menerima budi setetes air, membalas dengan sumber air”, takkan melupakan budi kebajikan orang lain, maka itu kita memberinya gelar Buddha dan Bodhisattva, Bodhisattva Dharmakaya.  

“Membalas empat budi besar”, lantas apa yang kita gunakan untuk membalas budi? Yakni dengan “Semoga jasa kebajikan ini”. Apabila anda setiap hari begitu serius melatih diri, inilah jasa kebajikan; kalau cuma penampilan luar semata, maka “Gatha Pelimpahan Jasa” yang anda bacakan hanya untuk menipu diri sendiri dan mengelabui orang lain. Hal ini mesti dipahami.

(Dipetik dari “Tujuan Pelatihan Pure Land Learning College Association” 21-112-06.21-112-07)



佛門裡天天念迴向偈:「上報四重恩,下濟三途苦。」講到「恩」,今天我們接受別人的恩惠,好像是應該的,感恩的念頭都生不起來,這怎麼得了!別人贈送、供養我們東西,許多人連「謝謝」這一聲都沒有,表面的敷衍都沒有,然後才想到這個社會怎麼不遭難!這是忘恩負義。忘恩負義之人,不會有好果報。

四重恩,第一是「父母恩」,第二是「老師恩」,佛菩薩是老師。父母生我們、養我們,這個恩德不能忘記。如何能報父母恩?自己成聖成賢,斷煩惱,開智慧,了生死,出三界,這是真報父母恩。佛家諺語常講:「一子成佛,九祖生天。」我們不能成就,怎麼能報父母恩?諸位讀《地藏菩薩本願經》就知道,自己修行有成就,過去的父母、祖父母、曾祖父母都沾光,都超生。我們的智慧得自於老師,若不是老師的教導,我們怎麼知道世間有佛法?怎麼知道世間有聖賢的教誨?所以,老師的恩德比父母還大。

第三是「國家恩」,從前講國主恩,你沒有國家,你在今天這個社會沒有國籍,你是世界上的流浪者,沒有國家保護你,身心都得不到安穩。古人講「食毛踐土」,我們生活所需是這個地上生產的,來供養我們這個身體;我們居住在這塊土地,這塊土地對我有恩,所以,要知道報恩。

第四是「眾生恩」。一切眾生對我有恩,為什麼?人是社會動物,離不開人群生活。我們吃的東西是農夫種的,穿的衣服是工人織的,所有社會一切大眾與我的生活息息相關,都有恩德。古人講:「滴水之恩,湧泉相報」,知恩報恩才是個人。如果你不知恩,不知報恩,說老實話,連畜生都不如,因為畜生都懂得報恩。

由此可知,忘恩負義的人不懂得做人的道理,果報決定在阿鼻地獄。知恩報恩是「行好事」的先決條件,這是「行好事」的大根大本。在佛法裡面,到什麼地位的菩薩才落實知恩報恩?《大智度論》說,知恩報恩是二地菩薩以上主修的課程,所以二地菩薩才真正落實了。

迴向偈只有八句,而「上報四重恩,下濟三途苦」就佔了兩句,因為這兩樁事情要緊!古大德、諸佛菩薩、法身大士確實受人滴水之恩,必定湧泉為報,對於恩德念念不忘,所以我們尊稱他為佛菩薩,尊稱他為法身大士。

而「上報四重恩」,我們要拿什麼報恩?「願以此功德。」如果你每天認真修行,那是功德;若是敷衍塞責,你念迴向偈就是自欺欺人。這一定要曉得。

  (節錄自「淨宗學院培訓目標」21-112-06.21-112-07



Rabu, 05 Oktober 2016

Abhinna




Mengenal Istilah Dharma : Abhinna

Kemampuan gaib (Abhinna) merupakan kekuatan yang diperoleh setelah tercapainya samadhi. Istilah Abhinna ada tercantum di dalam Surangama Sutra.

Di dalam Ajaran Buddha dikenal ada enam jenis kemampuan gaib (Sad Abhinna), yaitu :

1.    iddhi-vidhā
Dengan kemampuan gaib ini dapat menjelma (hadir) di semua tempat dengan bebas tanpa rintangan, terbang dengan bebas tanpa rintangan, menjelma dengan bebas tanpa rintangan, bertamasya ke mana saja sesuai dengan keinginan hati, baik ke masa lampau, masa sekarang maupun masa yang akan datang, tiga masa, takkan terkekang oleh batasan ruang dan waktu.

2.    dibba-sota
Yang juga disebut sebagai Telinga Dewa, mampu mendengar suara pada jarak sejauh apapun, termasuk percakapan dan sebagainya.

3.    ceto-pariya-ñāṇa
Yaitu kemampuan mengetahui isi pikiran orang lain

4.    pubbe-nivāsanussati
Mampu mengetahui karma yang dilakukan para makhluk pada masa kelahiran lampau, mengetahui asal usul akibat karma yang diterima para makhluk baik pada masa kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

5.    dibba-cakkhu
Mata Dewa, mampu melihat pada jarak yang sejauh apapun, bahkan juga mampu melihat tembus pandang (contohnya benda dibalik tembok), juga tidak dipengaruhi cahaya, meskipun di tempat yang gelap juga bisa melihat.  

6.    āsavakkhaya
Merupakan kemampuan gaib yang diperoleh setelah melenyapkan klesa (kekotoran batin), yang dicapai oleh Arahat. Dapat menghapus kemelekatan, mengakhiri tumimbal lahir, menunjuk pada tingkatan kesucian Arahat.

Para makhluk di enam alam tumimbal lahir baik Dewa, Manusia dan sebagainya, oleh karena melakukan samadhi atau memang sejak semula sudah ada pada jiwa sejati, sedikit banyak juga memiliki lima jenis kemampuan gaib (Panca Abhinna).

Hanya saja kedalaman atau kedangkalan Abhinna yang dimiliki oleh setiap makhluk adalah tidak sama; setelah meninggal dunia dengan sendirinya akan memilikinya.  Mara juga memiliki lima jenis kemampuan gaib.    

Hanya satu-satunya “āsavakkhaya” yang merupakan kemampuan gaib yang diperoleh apabila telah berhasil melenyapkan kekotoran batin.

“Surangama Sutra” menyebutkan bahwa dalam melatih samadhi kadang kala akan muncul beragam fenomena, mungkin juga seiring dengan ketrampilan samadhi yang kian mendalam dan berangsur-angsur memperoleh kemampuan gaib, tetapi apabila melekat pada kemampuan gaib dan kegirangan karena memperoleh kemampuan gaib, maka ini akan mudah mengundang godaan Mara dan masuk ke dalam perangkap Mara.

Sumber :



神通(梵文:abhiññā),又譯為神力、通力、通,為佛教術語,指因禪定力而得到的超越凡人神秘力量,也有可能只是普通的幻術而已。這個名詞出現在多部佛經中,例如《大萨遮尼乾子所说经》、《楞嚴經》。

佛教神通
在佛經分類,主要涵蓋有六種:
神足通(iddhi-vidhā):又称「如意通」或「神境通」,指的是能在六尘境界中变现自在、飞行自在、转变自在的神通,能隨心遊歷極遠處,或過去、現在、未來三世,不受時空限制。

天耳通(dibba-sota):能聽極遠方音聲,包括言語等;或能跨過障礙物聽到聲音(例如:密室對談)。

他心通(ceto-pariya-ñāṇa):能知眾生心念造作。

宿命通(pubbe-nivāsanussati):能知眾生的過去宿業,知道現時或未來受報的來由。

天眼通(dibba-cakkhu):能見極遠方事物,或能透視障礙物(例如:牆)或身體;不受光源明暗影響。

漏盡通(āsavakkhaya):指的是断惑究竟后所得之神通。「漏」即煩惱;能破除執著煩惱,脫離輪迴,意指修行證阿羅漢果。

六道眾生如天、人、鬼神等,因世間禪定或者與生俱有,或多或少有前五通,然而能力亦有淺深小大之別;而死後會自然得到;天魔也具有五種神通,得以變現種種奇境。

唯獨漏盡通必須以得到佛的智慧(般若)方才能得到,唯有依經教原理破除煩惱者方能證得。

《楞嚴經》中提到在修定的過程中可能會遇到種種奇境,或許是隨禪定功夫(定功)深入而漸得的神通,但若執著求神通或歡喜於得神通,則容易受魔引誘而入魔道。