Sabtu, 21 Mei 2016

Hari Besar Dalam Aliran Mahayana



Hari Besar Dalam Aliran Mahayana
HUT Bodhisattva Maitreya Lunar  Bulan 1 Hari ke-1
Buddha Sakyamuni Meninggalkan Keduniawian Lunar  Bulan 2 Hari ke-8 
Buddha Sakyamuni Memasuki Parinirvana Lunar  Bulan 2 Hari ke-15
HUT Bodhisattva Avalokitesvara  Lunar  Bulan 2 Hari ke-19 
HUT Bodhisattva Samantabhadra Lunar  Bulan 2 Hari ke-21
HUT Bodhisattva Manjusri  Lunar  Bulan 4 Hari ke-4
HUT Buddha Sakyamuni Lunar  Bulan 4 Hari ke-8
HUT Bodhisattva Skanda  Lunar  Bulan 6 Hari ke-3
Bodhisattva Avalokitesvara Mencapai Pencerahan Lunar  Bulan 6 Hari ke-19
HUT Bodhisattva Mahasthamaprapta Lunar  Bulan 7 Hari ke-13
HUT Bodhisattva Nagarjuna Lunar  Bulan 7 Hari ke-24
HUT Buddha Bhaisajyaguru   Lunar  Bulan 9 Hari ke-30
HUT Buddha Amitabha Lunar  Bulan 11 Hari ke-17
Buddha Sakyamuni Mencapai KeBuddhaan Lunar  Bulan 12 Hari ke-8 

Catatan : Pada umumnya yang diperingati hanya hari HUT saja



Hari Besar Dalam Aliran Sukhavati
HUT Bodhisattva Avalokitesvara  Lunar  Bulan 2 Hari ke-19 
HUT Buddha Sakyamuni Lunar  Bulan 4 Hari ke-8
HUT Bodhisattva Mahasthamaprapta Lunar  Bulan 7 Hari ke-13
HUT Buddha Amitabha Lunar  Bulan 11 Hari ke-17

Catatan : Praktisi Aliran Sukhavati memperingati setiap hari besar maupun festival tetap menfokuskan diri melafal sepatah Amituofo dan tidak berganti topik



佛教節日表
彌勒菩薩聖誕 正月初一日
釋迦牟尼佛出家 二月初八日
釋迦牟尼佛涅槃 二月十五日
觀音菩薩聖誕 二月十九日
普賢菩薩聖誕 二月二十一日
文殊菩薩聖誕 四月初四日
釋迦牟尼佛聖誕 四月初八日
韋馱菩薩聖誕 六月初三日
觀音菩薩成道 六月十九日
大勢至菩薩聖誕 七月十三日
龍樹菩薩聖誕 七月二十四日
藥師佛聖誕 九月三十日
阿彌陀佛聖誕 十一月十七日
釋迦牟尼佛成道 十二月初八


Sabtu, 12 Maret 2016

Delapan kondisi yang tidak menguntungkan untuk menjalani kehidupan suci


Mengenal Istilah Dharma

Akkhana asamaya brahmacariyavasaya

(Delapan kondisi yang tidak menguntungkan untuk menjalani kehidupan suci)

 

Ada delapan kondisi yang tidak menguntungkan untuk menjalani kehidupan suci yaitu :

1.    Terlahir di Alam Neraka

2.    Terlahir di Alam Setan Kelaparan

3.    Terlahir di Alam Binatang

4.    Terlahir di tempat yang hanya ada kesenangan saja dan tidak ada penderitaannya

5.    Terlahir di alam yang memiliki usia yang panjang, Rupaloka dan Arupaloka merupakan tempat yang memiliki usia panjang.

6.    Terlahir dengan kondisi telinga tuli, mata buta atau bisu.

7.    Terlahir sebagai manusia yang tidak memiliki kebijaksanaan

8.    Terlahir pada jaman tidak adanya Buddha dan Dharma di dunia

 

 

Dari delapan butir kesulitan belajar Buddha Dharma, tiga butir pertamanya adalah jatuh ke tiga alam rendah, rintangan karmanya sangat berat, sangat sulit diselamatkan.

 

Meskipun Buddha dan Bodhisattva ber-Maitri Karuna, juga takkan mengabaikan mereka, yang diselamatkan tentunya adalah mereka yang pada masa kehidupan lampau memiliki dasar ajaran Buddha yang sangat mendalam, saat menjelang ajal karena sebersit niat pikiran sesat, timbul ketamakan, kebencian, kedunguan, keangkuhan, kecurigaan, sehingga jatuh ke tiga alam penderitaan.

 

Mereka yang memiliki akar kebajikan yang mendalam dan tebal, Buddha dan Bodhisattva yang menjelma di Neraka dapat membantunya. Kita di dunia ini melakukan banyak upacara ritual pelimpahan jasa buat dirinya, membawa manfaat yang sangat besar bagi dirinya, ada yang melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati, ada yang lahir di Alam Dewa (surga), ada pula yang lahir kembali ke dunia ini, namun kebanyakan tidak memperoleh manfaat ini, kebenaran ini mesti dipahami.

 

Maka itu upacara pertobatan dan ritual lainnya hanya berguna mengingatkan dirinya, begitu dia sadar dan tercerahkan, dia segera dapat meninggalkan alam penderitaan tersebut.

 

Tetapi jika dia masih tetap melekat, apalagi sampai menyimpan dendam sehingga setiap kelahiran demi kelahiran saling balas membalas, dia dibunuh dan ingin balas dendam; atau hartanya ditipu orang lain sehingga dia harus menagihnya, maka apa daya, dia tidak bisa terbebas dari enam alam tumimbal lahir.

 

Butir ke-4 dari “Delapan kondisi sulit belajar Buddha Dharma” adalah terlahir di Uttarakuru, yakni salah satu dari empat Dvipa. Kehidupan di Uttarakuru sangat menyenangkan dan tanpa penderitaan sama sekali. Uttarakuru berada di penjuru utara, sedangkan Planet Bumi berada di penjuru selatan atau Jambudvipa.

 

Uttarakuru bukan berada di dalam Planet Bumi, namun merupakan planet lainnya, tempat ini dihuni oleh orang-orang yang menimbun kebajikan. Para pelaku kebajikan menikmati pahala di sini, usia mereka seribu tahun, jarang ada yang berumur pendek, kebutuhan sandang, pangan dan papan yang berlimpah, menikmati kehidupan yang bahagia, tiada kekhawatiran, akibatnya mereka tidak berkeinginan belajar Ajaran Buddha, makanya di tempat tersebut tidak ada Buddha Dharma.

 

Bodhisattva Skanda adalah pemimpin dari para Dewa Pelindung Dharma, kita selalu melihat di depan aula pemujaanNya tertera plakat bertulis kalimat “Terjalin dengan tiga Dvipa”, ada empat Dvipa tetapi kenapa ditulis cuma terjalin dengan tiga Dvipa?

 

Oleh karena Uttarakuru takkan dituju oleh Bodhisattva Skanda, di sana tidak ada Buddha Dharma. Meskipun Uttarakuru merupakan tempat yang bagus, tetapi tidak memiliki kesempatan mendengarkan Buddha Dharma, selamanya tidak dapat bersua dengan Tri Ratna (Buddha, Dharma, Sangha), begitu lahir ke alam ini, usianya seribu tahun, seribu tahun lamanya tidak berkesempatan belajar Ajaran Buddha, terputus sedemikian lamanya, apa yang pernah dipelajari sebelumnya, mungkin sudah dilupakan, makanya ini adalah rintangan.

 

Artikel terkait :

Empat Dvipa :

https://daunbodhi.blogspot.com/2019/02/empat-dvipa.html

 

Butir ke-5 dari “Delapan kondisi sulit belajar Buddha Dharma” adalah terlahir di alam yang berusia panjang, yakni Rupaloka dan Arupaloka.

 

Di dalam Rupaloka terdapat sebuah alam yang bernama Asannasatta, tempat inilah yang dimaksud. Lima alam di atasnya (Aviha, Atappa, Sudassa, Sudassi, Akanittha) adalah termasuk kelompok Alam Suddhavasa yang merupakan tempat bagi para Anagami (tingkatan ketiga dari empat tingkatan kesucian dalam Mazhab Theravada) melatih diri.

 

Jadi di Rupaloka masih ada Buddha Dharma, terkecuali Alam Asannasatta, meskipun Dewa di sini berusia panjang namun tidak berkesempatan belajar Buddha Dharma.  

 

Para Dewa di Arupaloka tidak belajar Ajaran Buddha, mereka sudah salah tafsir, mengira diri sendiri telah memasuki Parinirvana, menganggap Arupaloka sebagai Nirvana, ini merupakan salah paham yang terlampau besar.

 

Usia mereka sangat panjang, namun tetap ada batasnya, saat ajal tiba, keterampilan samadhi-nya lenyap, kekotoran batin pun bermunculan, pada saat ini dia mulai meragukan dan memfitnah Buddha Dharma, “Katanya setelah memasuki Mahaparinirvana maka tidak muncul dan tidak lenyap lagi, tetapi kenapa sekarang kekotoran batinku bisa timbul, kenapa masih ada muncul dan lenyap?”

 

Akibat dari memfitnah Buddha Dharma, dia jatuh ke Neraka Avici. Para Dewa di Arupaloka, saat menjelang ajal, tidak sanggup lagi mempertahankan keterampilan samadhi-nya. Maka itu mengapa dikatakan sebagai rintangan.

 

Artikel Terkait :

Triloka dan 31 Alam Kehidupan :

http://daunbodhi.blogspot.com/2015/10/31-alam-kehidupan.html

 

Butir ke-6 dari delapan kondisi sulit belajar Buddha Dharma adalahterlahir dengan kondisi telinga tuli, mata buta atau bisu”, ini merupakan cacat fisik.

 

Akibat tuli, dia tidak dapat mendengar ceramah Dharma; akibat buta, dia tidak dapat melihat; akibat bisu, jika ada keraguan tidak dapat bertanya, semua ini adalah rintangan.

 

Butir ke-7 dari delapan kondisi sulit belajar Buddha Dharma adalah “terlahir sebagai manusia yang tidak memiliki kebijaksanaan”. Kecerdasan duniawi, hari ini kita katakan sebagai pengetahuan umum, kaum intelek tingkat tinggi, dia kaya pengetahuan, tapi tidak punya kebijaksanaan; dia pandai bersilat lidah, juga pintar, namun dia tidak percaya dan tidak sanggup menerima Buddha Dharma.

 

Butir ke-8 dari delapan kondisi sulit belajar Buddha Dharma adalah “terlahir pada zaman tidak adanya Buddha dan Dharma di dunia”, yakni dia lahir pada era sebelum Buddha muncul di dunia dan sesudah Buddha Dharma lenyap dari peredaran.

 

Pada era kita sekarang ini, Buddha Dharma masih berlangsung di dunia ini! Dharma Buddha Sakyamuni berlangsung di dunia ini selama 12 ribu tahun, setelah Sang Buddha memasuki Parinirvana, 12 ribu tahun kemudian, inilah yang disebut sesudah Buddha Dharma lenyap dari peredaran, saat itu tidak ada Buddha Dharma, manfaat terunggul dari Buddha Dharma takkan diperoleh manusia yang hidup pada era tersebut.

 

Inilah yang disebut delapan kondisi sulit untuk belajar Buddha Dharma. tidak dapat bersua dan mendengarkan Buddha Dharma. Delapan kesulitan ini semuanya adalah rintangan.

 

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 25 Agustus 2011

 

八 難       

 (名數)謂見佛聞法有障難八處也,又名八無暇。謂修道業無閑暇也。

一、地獄;

二、餓鬼;

三、畜生;

四、鬱單越(新作北拘盧洲),以樂報殊勝,而總無苦故也;

五、長壽天,色界無色界長壽安穩之處;

六、聾盲瘖啞;

七、世智辨聰;

八、佛前佛後,二佛中間無佛法之處。

維摩經方便品曰:「菩薩成佛時,國土無有三途八難。」同天台疏三曰:「言八難者:三惡道為三,四北鬱單越,五長壽天,六盲聾瘖啞,七世智辯聰,八佛前佛後。」淨心誡觀法曰:「四百四病以夜食為本,三途八難以女人為本。」大乘義章八末廣說其相。

《佛學大辭典》

 

淨空法師開示節錄 :

這三途困難,業障很重,很難度化。佛菩薩雖然慈悲,也不捨棄他們,所度的一定是過去生中有很深厚的佛學基礎,臨終大意,起了貪瞋痴慢疑,墮到三途。有善根深厚的這個底子,佛菩薩在地獄裡頭確實能幫助他。我們這個人間做許多超度的佛事,對他們有很大的好處,確實有念佛往生的,有生天的,有又到人間來的,但是得不到這些好處的依舊是大多數,這個道理我們要懂。所以經懺佛事是提醒他,一下覺悟了,他就離開了。他要是還迷惑、還執著,最嚴重的執著就是執著的冤冤相報,他被別人殺了,仇恨在心,他要報仇;別人欠他的債務,念念在心,要討債,這就沒法子,這就出離不了。

 

第四個是「鬱單越」,新譯作「北俱盧洲」。這個新譯就是玄奘大師翻譯的,舊譯是古德的時候,玄奘大師以前翻譯的,翻鬱單越。「以樂報殊勝,而總無苦故也」,這是四大部洲北洲。我們這個地球是南贍部洲。這個地方不在地球上,是另外一個星球,這個地方都是修善人去往生的。那個地方果報非常殊勝,人壽一千歲,很少有短命的,物產非常豐富,生活很快樂,沒有憂苦,不想學佛,所以那個地方沒有佛法。韋馱菩薩是護法神,是護法的總領導,你看我們常常看到匾額叫「三洲感應」,四大部洲為什麼三洲感應?北俱盧洲他不去,那裡沒有佛法。北俱盧洲好,聞不到佛法,永遠見不到三寶,這是生到這裡去,那就是一千年,你學佛的緣斷掉,要斷這麼久,過去所學的大概都忘乾淨了,所以這是障礙。

 

第五個是「長壽天」。長壽天是色界、無色界,色界裡頭有一個叫無想天,專門指它。因為色界五不還天是三果聖人在那裡修行,那有佛法,只有無想天,色界有九層天,只有這一層沒有佛法,壽命很長。無色界他們不學佛,他們誤會了,以為自己證得般涅槃,把無色界天當作涅槃,這是很大的誤會。壽命很長,但是時節到了,他的定功失掉,煩惱又現行,這個時候他就毀謗佛法、毀謗聖賢,聖賢人說好像大般涅槃就永遠不生不滅,為什麼現在又生煩惱、又有生滅?這個就是謗佛謗法,這個罪過墮無間地獄。四空天人,他是最後臨終的時候,他支持不住了。所以這些全是障礙。

 

六、「聾盲瘖啞」,這是生理上有缺陷。聾,聽不到,你講經他聽不到;盲,他眼睛看不到;瘖啞,有疑問問不出來,這都是障礙。第七個,「世智辯聰」。世智,我們今天講的知識,高等知識分子,他有豐富的知識,他沒有智慧,他有辯才,他也很聰明,他不相信,不能接受佛法。第八個,「佛前佛後」,他生在這個時候,生在佛前,佛沒有出世之前,這世間沒有佛法;佛後,他生到這個世間,佛已經滅度了。我們這個是不是佛後?不算佛後。佛的法運一萬二千年,釋迦牟尼佛滅度之後一萬二千年叫佛後,這世間沒有佛法,佛法殊勝利益你得不到。這叫八種難,這個難就是你沒有辦法聞佛法,不能夠見佛聞法。這八種都是障礙。

  

文摘恭錄 — 淨土大經解演義  (第五五九集)  2011/8/25  香港佛陀教育協會  檔名:02-039-0559

 

Jumat, 11 Desember 2015

Panca kasayah (Lima Kekeruhan)


Mengenal Istilah Dharma
Panca kasayah (Lima Kekeruhan)

Yang dimaksud Lima Kekeruhan (Panca kasayah) adalah :

(1) Kekeruhan Kalpa

Yang pertama adalah Kekeruhan Kalpa. “Kalpa” adalah era atau jaman, “kekeruhan” adalah pencemaran batin. Kita merasakan dengan jelas dampak dari pencemaran lingkungan. Pakar lingkungan telah memberikan peringatan keras bahwa apabila pencemaran ini tidak segera diatasi, 50 tahun kemudian bumi ini tidak layak huni lagi.

Hari ini sebagian orang meneliti tentang masalah pencemaran lingkungan dan daur ulang, hasilnya takkan terlalu besar. Buddha Sakyamuni membabarkan : Lingkungan berubah mengikuti perubahan hati manusia. Hati suci barulah lingkungan jadi suci. 

Masyarakat sekarang ini, hati manusia yang tercemar, pola pikir yang tercemar, pandangan dan pemahaman yang tercemar, semangat juga tercemar, andaikata bukan memulainya dari mensucikan hati, maka tiada gunanya. 

Master Yin Guang saat berusia lanjut mengadakan satu kali upacara kebaktian di Shanghai yakni “Upacara kebaktian melindungi negara dan melenyapkan bencana”, selama 7 hari, pada hari terakhir mengadakan Visudhi Trisarana dan pengambilan Lima Sila (Pancasila Buddhis), pada saat itu ada seorang murid yang mencatat ceramah beliau dan dijadikan sebuah buku. 

Master Yin Guang menggalakkan sila tidak membunuh, bervegetarian, melafal Amituofo, bukan hanya dapat melenyapkan bencana, juga dapat melindungi negara. Bila hari ini kami menggalakkan hal ini, siapa yang percaya? Tetapi tiga butir ini benar-benar efektif, melafal Amituofo mensucikan hati manusia, tidak membunuh dan bervegetarian, mengurangi kekejaman, hasilnya segera terlihat, sayangnya banyak yang tidak percaya, mengira ini adalah takhayul belaka. Ini adalah karma kolektif, sulit diselamatkan.

(2) Kekeruhan Pandangan

Yang kedua adalah Kekeruhan Pandangan, maksudnya adalah pandangan salah.

(3) Kekeruhan Kekotoran Batin

Yang ketiga adalah Kekeruhan Kekotoran Batin, maksudnya adalah pemikiran salah. 

Terhadap apa yang sejati dan khayal, benar dan sesat, baik dan jahat, manfaat dan bahaya, tidak tahu membedakannya, selalu saja melihatnya dari sisi yang terbalik. Kekotoran batin yang paling parah adalah kebodohan (moha).

Kehidupan manusia begitu singkat, bagaimana dengan kehidupan masa yang akan datang? Orang sesat hanya melihat apa yang ada di depan matanya saja, akibat yang akan diterima sama sekali tidak dipikirkannya. 

Di dalam melatih Pintu Dharma, hanya hati yang melafal Amituofo yang merupakan hati sejati, hati yang dapat melafal Amituofo adalah sungguh tak terbayangkan, hati sedemikian adalah Hati Buddha, lafalan Amituofo yang dilafal juga sunggguh tak terbayangkan.

Sepatah Amituofo telah mencakup seluruh kebajikan di dalamnya. merupakan lafalan yang memiliki kebajikan sempurna, selain Pintu Dharma ini maka takkan bisa terselamatkan.

(4) Kekeruhan Makhluk

Yang keempat adalah Kekeruhan Makhluk.

Makhluk merupakan hasil perpaduan dari Nama (jiwa) dan Rupa (raga). Setiap makhluk merupakan hasil perpaduan dari Panca Skandha yakni Rupa (tubuh jasmani), Vedana (perasaan), Samjna (pencerapan), Samskara (bentuk-bentuk pikiran) dan Vijnana (kesadaran). “Rupa” mewakili materi benda, Vedana (perasaan), Samjna (pencerapan), Samskara (bentuk-bentuk pikiran) dan Vijnana (kesadaran) mewakili batin.

Baik perasaan (vedana) maupun bentuk-bentuk pikiran (samskara), setiap saat muncul dan lenyap berkesinambungan, sedangkan kesadaran (vijnana) di dalam Aliran Yoga atau Aliran Vijnanavada, menyebutnya sebagai “Alaya-vijnana (gudang kesadaran atau kesadaran ke-8)”, bahasa umumnya adalah “roh”.

Jadi yang bertumimbal lahir itu adalah Alaya-vijnana, sebelum menemukan kembali jiwa sejati (Jiwa KeBuddhaan), yang mengendalikan Alayavijnana ini adalah aku, setelah menemukan kembali jiwa sejati barulah diri sendiri.

Oleh karena pandangan, pemahaman dan pemikiran yang salah, sehingga mengundang pencemaran batin pada Nama (jiwa) dan Rupa (raga) maka itu disebut sebagai kekeruhan.

(5) Kekeruhan Usia

Kesehatan dan panjang umur, merupakan hal yang paling diharapkan oleh semua makhluk, ditinjau dari benih sebabnya, yang paling utama adalah hati yang suci dan hati maha maitri maha karuna. Andaikata benih sebabnya tidak bagus, hati tidak suci juga tidak bermaitri karuna, sehingga jiwa raga jadi banyak penyakit dan pendek umur.

Buddha membabarkan bahwa manusia dengan indera sempurna adalah sulit ditemukan. Segala sesuatu pasti ada benih sebabnya. Ditinjau dari sisi prinsip, berdana adalah benih sebab, pahala adalah buah akibatnya. Amisa Dana (dana materi) membuahkan kekayaan, Dharma Dana membuahkan kebijaksanaan, Abhaya Dana (menghilangkan rasa takut di hati para makhluk) membuahkan kesehatan dan panjang umur.

Tanpa memupuk benih sebab dan mengharapkan buah akibat, ini adalah khayalan. Orang jaman sekarang kekurangan hati maitri karuna dan hati yang suci, maka itu disebut sebagai kekeruhan usia.  Pada era begini haruslah memilih Pintu Dharma yang tidak membutuhkan waktu banyak untuk melatihnya, juga tidak perlu membuang banyak tenaga untuk melatihnya, barulah bisa terselamatkan.

Dengan memiliki keyakinan benar dan tekad bulat, sepatah Amituofo dapat mengubah kekeruhan kalpa menjadi persamuan yang suci, saat ini juga segera berubah.  Mengubah kekeruhan pandangan menjadi cahaya tanpa batas, mengubah pandangan dan pemahaman yang salah menjadi pengamatan yang penuh kebijaksanaan. Mengubah kekotoran batin (klesa) menjadi Nitya-sthita (tanah suci tertinggi di Alam Sukhavati), mengubah seluruh kekotoran batin menjadi samadhi besar. Mengubah kekeruhan makhluk menjadi menjelma melalui Bunga Lotus. Mengubah kekeruhan usia menjadi usia tanpa batas.

Bagaimana cara mengubahnya? Hanya dengan mengandalkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo, betapa mudahnya. Kesulitannya hanya terletak pada orang yang tidak sudi membangkitkan keyakinan. Semua Buddha juga mengatakan bahwa Pintu Dharma ini merupakan Pintu Dharma yang sulit dipercaya, siapa yang dapat meyakininya merupakan insan yang benar-benar memiliki berkah, merupakan pahala yang luar biasa sempurna tak terbayangkan.

Master Ou Yi memberitahukan pada kita bahwa Buddha Sakyamuni mencapai KeBuddhaan dengan cara melafal Amituofo. 

Dipetik dari : Buku Ceramah Master Chin Kung
Judul : Penjelasan Amitabha Sutra Karya Master Ou Yi



《解》劫濁者。濁法聚會之時。劫濁中。非帶業橫出之行。必不能度。

關於五濁一詞,在前面玄義中已略予提及,茲再依大師解文逐條述明。

第一是劫濁。「劫」是時代,「濁」是污染。我們深深感覺到生態以及地球的污染。科學家已提出警告說,此種污染如不能改善,五十年後,此世界即不適宜人類之居住。今天大家都研究環保問題,效果不會很大。佛說:依報隨著正報轉。「依報」是生活環境,環境之污染由正報而來,「正報」是人心,心淨則土淨。現在社會,人心的污染、思想的污染、見解的污染、精神的污染,如不在淨化人心上下手,恐無濟於事。印光大師晚年曾在上海主持一次「護國息災法會」,共七天,最後一天傳授三歸五戒,當時有弟子將其演講辭記錄編成小冊。他提倡戒殺、吃素、念佛,不但可以息災,也可以護國。我們今天若提倡此說,誰相信呢?但是這三項確實有效,念佛淨化人心,戒殺吃素,減輕暴戾,效果馬上就見到,可惜大家不相信,以為是迷信。這是共業,難以挽救。

《解》見濁者。五利使邪見增盛。謂身見。邊見。見取。戒取。及諸邪見。昏昧汨沒。故名為濁。見濁中。非不假方便之行。必不能度。

第二、「見濁者,五利使邪見增盛」。五利使,「使」即衙役,如今之刑警,「利」是厲害,「五利使」即見惑。見惑分五種,即身見、邊見、見取見、戒禁取見、邪見,前已詳細解釋,茲不多述。這些錯誤的見解蒙蔽了真心智慧,故謂之「濁」,若是不假第一方便必不能得度。

《解》煩惱濁者。五鈍使煩惑增盛。謂貪。瞋。癡。慢。疑。煩動惱亂。故名為濁。煩惱濁中。非即凡心是佛心之行。必不能度。

「見濁」是見解上的錯誤,看錯了。「煩惱濁」是思想上的錯誤,想錯了。五鈍使也有五大類,前面五利使來得猛烈,此五鈍使雖不猛烈而很難斷。古德比喻說藕斷絲連。即使證得四果羅漢,見思二惑均已斷了,而習氣仍在。五鈍使是貪、瞋、癡、慢、疑。貪是貪愛,瞋是瞋恚,痴是愚痴,對真妄、邪正、是非、善惡、利害分不清楚,往往顛倒錯看。煩惱中之愚痴最嚴重,痴非慧不斷,僅靠定還不行,所以阿羅漢有九次第定。慢是傲慢,疑是懷疑,此疑非普通疑,乃對聖言量懷疑,此生即難出三界,現在這個時代煩惱濁比過去任何時期都嚴重。大師說假如不是以「即凡心是佛心」的方法就不能成就。在理上講,凡心即佛心,事上講大不同。除了念佛法門之外,大乘經講同生性與異生性。三賢以下的菩薩以及六道眾生皆異生性,難以成就,六道凡夫更不容易超越三界。人是輪迴的,今生今世很短暫,來生來世怎麼辦?迷惑顛倒之人,只看眼前,後果往往不堪設想。在修行法門中,唯有念佛之心是真心本性,能念之心性不可思議,此心即佛心,所念之佛不可思議。佛號是性德,而且是真心本性圓滿的德號,「即凡心是佛心之行」指念佛往生法門,除此法門之外必不能得度。

《解》眾生濁者。見煩惱。所感麤弊五陰和合。假名眾生。色心並皆陋劣。故名為濁。眾生濁中。非欣厭之行。必不能度。

「眾緣和合而生」謂之「眾生」。眾生乃五陰「色、受、想、行、識」所組成。「色」代表物質,「受想行識」是精神。有感受、思想,剎那生滅相續,「識」在唯識學中稱之為「阿賴耶識」,俗語稱為「靈魂」,佛法叫「神識」。六道輪迴即以神識去投胎。未開悟見性前,神識是主宰即是我。見性之後真心本性才是自己本人。真心本性迷的時候叫「識」,悟了之後叫「真如本性」,識與真如本性是一個東西,不過有兩個不同名字而已。真性是宇宙一切萬法的本體,在有情眾生稱之為佛性,在無情眾生稱之為法性。因為見解思想的錯誤,感召的色與心皆不清淨,故稱為濁。在此污染環境必須發心離開,對西方世界之清淨佛土,必欣然願往,有欣厭之行,方有得度之望。

《解》命濁者。因果並劣。壽命短促。乃至不滿百歲。故名為濁。命濁中。非不費時劫。不勞勤苦之行。必不能度。

大家常講健康長壽,乃眾生所最希望之事,若由因上講,第一須有清淨心與大慈悲心。如因不好,心不清淨不慈悲,則身必短命多病。佛說六根具足的人即無缺陷之人很難得。任何果報皆有其原因。從綱領上講,布施是因,福報是果。財布施得財富,法布施得聰明智慧,無畏布施得健康長壽。不修因而希望有好果報乃是幻想。現代人缺乏慈悲心與清淨心,因此命濁。在此期間一定要選一個不費多少時間,不勞勤苦之修行方法才能得度。

《解》復次。祇此信願。莊嚴一聲阿彌陀佛。轉劫濁。為清淨海會。轉見濁。為無量光。轉煩惱濁。為常寂光。轉眾生濁。為蓮華化生。轉命濁。為無量壽。故一聲阿彌陀佛。即釋迦本師。於五濁惡世。所得之阿耨多羅三藐三菩提法。今以此果覺全體。授與濁惡眾生。乃諸佛所行境界。唯佛與佛能究盡。非九界自力。所能信解也。諸眾生。別指五濁惡人。一切世間。通指四土器世間。九界有情世間也。

有真信切願,一聲阿彌陀佛即轉劫濁為清淨海會,現前立刻就轉。轉見濁為無量光,把錯誤的見解轉變成智慧的觀察。轉煩惱濁為常寂光,把一切煩惱轉成為大定。轉眾生濁為蓮花化生。轉命濁為無量壽。如何轉法?只靠信願持名,多麼容易。難在人不肯相信。一切諸佛都感歎此為難信之法,誰能相信乃真正有福,此中義理絕非凡夫所能理解,這是究竟圓滿不可思議之大福報。大師又明白告訴我們,釋迦牟尼佛是念阿彌陀佛成佛的。


文摘恭錄 — 佛說阿彌陀經要解講記
淨空法師講述